BREAKING NEWS

Potensi Desa Bojongkokosan Kabupaten Sukabumi

inibaca.online.Sukabumi.Desa Bojongkokosan adalah Desa bersejarah Dalam rangka mengenang pertempuran bojong kokosan, pemerintah membangun situs museum dan monumen Bojong Kokosan sebagai tanda pengharagaan kepada para pejuang yang telah bertempur melawan sekutu pada Pertempuran Bojong Kokosan. Pembangunan palagan perjuangan 1945 di Bojong Kokosan ini dilakukan secara swa-kelola oleh pemerintah daerah Jawa Barat. Museum ini diresmikan pada 13 November 1992 oleh R. Moh. Yogie Suardi Memet, Gubernur Jawa Barat yang menjabat pada tahun 1985 hingga 1993.Koleksi utama museum ini adalah diorama, puing pesawat RAF, senjata laras panjang Lee Enfield, senjata laras pendek VOC, helmet pasukan sekutu dan TKR, serta pedang dan golok pasukan kelaskaran rakyat.Palagan Bojong Kokosan merupakan ikon kebanggaan masyarakat Bojong Kokosan, Sukabumi



Hal ini disambut oleh Pemda Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan pengembangan kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, untuk memperluas fungsinya dari sekadar museum sejarah menjadi pusat kebudayaan dan informasi wisata, Rabu (6/5/2026).

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa kawasan Palagan Bojongkokosan memiliki potensi besar yang melampaui sekadar tempat penyimpanan arsip perjuangan.

Menurutnya, nilai sejarah Bojongkokosan harus tetap dihormati sebagai fondasi utama. Namun, kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas kebudayaan dan informasi wisata, terutama untuk wilayah utara Sukabumi.



“Bojongkokosan tidak hanya sekadar menampilkan risalah sejarah perjuangan, tetapi bisa dipandang sebagai pusat pengembangan kebudayaan, termasuk juga pusat informasi wisata dan ini akan menjadi Potensi Wisata dan Edukasi bagi para generasi muda untuk lebih mengenal jasa jasa para pahlawannya .

Rencana revitalisasi ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang memfokuskan pengembangan pariwisata di koridor utara. Jalur ini mencakup wilayah mulai dari Cicurug, Cidahu, hingga Sukalarang dan Sukaraja.

Ali menekankan bahwa sektor wisata tidak dapat dipisahkan dari unsur budaya dan sejarah. Pengembangan yang terintegrasi diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lebih banyak, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Reporter : redaksi
Posting Komentar